Sistem informasi inventori tersebut dirancang untuk mengintegrasikan data persediaan dari setiap cabang ke dalam satu sistem. Melalui sistem ini, admin pusat dapat memantau jumlah stok barang pada seluruh cabang, sedangkan admin cabang dapat mencatat transaksi barang masuk dan barang keluar.
Sebelum menggunakan sistem, proses pengelolaan persediaan masih dilakukan secara manual menggunakan buku pencatatan atau file spreadsheet yang berbeda pada setiap cabang. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan pembaruan data dan perbedaan informasi stok antara cabang dengan kantor pusat.
Dengan diterapkannya sistem berbasis web, setiap transaksi yang dilakukan dapat langsung memperbarui jumlah stok. Transaksi barang masuk akan menambah persediaan, sedangkan transaksi barang keluar akan mengurangi jumlah stok secara otomatis.
Selain pengelolaan persediaan, sistem juga menyediakan fitur pengelolaan data barang, kategori, supplier, pengguna, cabang, permintaan barang, serta laporan stok berdasarkan periode tertentu. Fitur tersebut diharapkan dapat membantu pihak usaha dalam mengambil keputusan terkait kebutuhan dan distribusi barang.
Penggunaan sistem informasi inventori dinilai dapat meningkatkan efektivitas proses kerja karena data menjadi lebih terstruktur, terintegrasi, dan mudah diakses. Risiko kesalahan pencatatan dan kehilangan data juga dapat dikurangi karena informasi disimpan dalam basis data.
Penerapan sistem ini diharapkan dapat mendukung proses digitalisasi pada UMKM serta membantu pengelola usaha dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengendalian persediaan barang pada setiap cabang.
Penulis: Muhamad Fajar Sidik
Editor: Tim Redaksi
Sumber: Hasil penelitian dan pengembangan sistem informasi inventori berbasis web.